Siarnews.com – Jakarta, PSSI menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas perwasitan sepak bola Indonesia dengan menggelar kursus “Refer System” tahap kedua bagi para penilai wasit (referee assessor). Kursus yang berlangsung selama tujuh hari (31 Maret – 6 April 2024) di Jakarta ini dengan 32 peserta dan Wakil Ketua Umum PSSI, Ratu Tisha Destria menutupnya langsung.
Sistem Refer
Sebuah terobosan baru dalam dunia perwasitan, Refer System menyediakan saran pengembangan yang jelas dan konsisten, analisis tren dan kinerja, serta area pelatihan yang tertarget bagi para perangkat pertandingan, baik secara online maupun offline. Sistem ini dirancang untuk meningkatkan nilai dan kualitas penilaian wasit, serta membantu mereka mencapai potensi maksimal.
Manfaat Refer System:
- Menyediakan data kinerja berkualitas tinggi
- Membantu perangkat pertandingan mencapai potensi maksimal
- Memberikan perangkat pengembangan pembelajaran mandiri
- Memungkinkan pembinaan yang produktif
- Menerapkan skema penilaian yang berdampak
- Menyediakan data kinerja yang bermakna bagi PSSI
Kursus Refer System:
Selama tujuh hari, para peserta mendapatkan berbagai materi dan pelatihan, termasuk:
- Pemahaman tentang Refer System
- Analisis KMI (Key Match Incident) dan kompetensi teknis
- Penilaian dan pencatatan langsung
- Pencari fakta pasca pertandingan
- Pertemuan dengan Jeremy Kerner (CEO Sports Fusion)
- Diskusi dan tanya jawab
Raymond Olivier, instruktur kursus, berharap para penilai wasit dapat berkembang dengan baik di masa depan dengan sistem baru ini.
“Kabar baiknya adalah PSSI telah mengenalkan sistem ini lebih awal. Hal itu tentu memudahkan kami untuk melakukan banyak test di beberapa area, agar kita bisa mendapatkan sistem yang layak dan latihan kepada para penilai wasit,” tuturnya. Mengutip dari halaman resmi PSSI, Minggu (7/4/2024)
Kusni, salah satu peserta kursus, mengungkapkan bahwa kursus ini sangat bermanfaat baginya.
“Kursus ini bermanfaat, tentu juga dengan teman-teman penilai wasit yang lain. Saya berharap bisa menerapkan dan menggunakan sistem yang lengkap ini dengan baik, serta bisa meningkatkan kemampuan individu saya sebagai penilai wasit,” kata Kusni.
Implementasi Refer System merupakan langkah maju bagi PSSI dalam membangun sistem perwasitan yang profesional, transparan, dan akuntabel. Dengan sistem ini, diharapkan kualitas perwasitan di Indonesia akan semakin meningkat dan mampu mendukung kemajuan sepak bola nasional.












