Pertamina Aktifkan Skema Rute Alternatif Mobil Tangki BBM di Sumbar Pasca Bencana Alam
Padang, CNBC Indonesia – PT Pertamina (Persero) bergerak cepat dalam mengantisipasi dampak bencana alam banjir bandang dan banjir lahar dingin di Sumatera Barat (Sumbar) yang memutus akses jalan menuju sejumlah kabupaten dan kota.
Perusahaan BUMN ini mengaktifkan skema alternatif rute mobil tangki untuk memastikan kelancaran distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke SPBU di wilayah terdampak.
“Bencana alam ini berdampak pada rute pendistribusian energi ke SPBU khususnya di wilayah Kabupaten Tanah Datar, Kota Bukittinggi, Kabupaten Agam, Kota Payakumbuh, dan Kabupaten Limapuluh Kota,” ujar Area Manager Comm, Rel, & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Susanto August Satria, Minggu (12/5/2024).
Alih Rute Distribusi BBM
Mekanisme skema alternatif rute ini mengalihkan pasokan BBM ke Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar dan Kota Bukittinggi melalui Fuel Terminal (FT) Sei Siak di Provinsi Riau. Sebelumnya, SPBU di wilayah tersebut dilayani oleh Integrated Terminal (IT) Teluk Kabung, Sumbar.
“FT Sei Siak menyalurkan BBM sebanyak 80 KL Pertalite dan 80 KL Biosolar ke 12 SPBU di Kabupaten Limapuluh Kota (4 SPBU), Kota Payakumbuh (6 SPBU), Kota Bukittinggi (1 SPBU), dan Kabupaten Agam (1 SPBU),” jelas Satria.
Sementara pasokan SPBE di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota akan dipasok oleh Integrated Terminal (IT) Dumai.
Koordinasi dan Upaya Pertamina
Di tengah kondisi infrastruktur jalan yang rusak akibat bencana, Pertamina terus melakukan koordinasi internal dan eksternal untuk memastikan kelancaran pasokan energi, baik BBM maupun LPG, guna memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Kami berkomitmen untuk selalu hadir di tengah masyarakat, termasuk dalam situasi darurat seperti ini. Kami akan terus memantau kondisi dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan kelancaran distribusi energi,” tandas Satria.
Upaya Pertamina dalam Menangani Bencana Alam
Pertamina memiliki tim khusus yang selalu siaga untuk menangani situasi darurat akibat bencana alam. Tim ini dilengkapi dengan peralatan dan kendaraan yang mumpuni untuk menjangkau wilayah terdampak.
Perusahaan BUMN ini juga bekerja sama dengan berbagai pihak, seperti pemerintah daerah, TNI/Polri, dan badan penanggulangan bencana, untuk memastikan kelancaran distribusi energi dan membantu masyarakat yang terkena dampak bencana.













