“Sejak 14 Maret hingga 3 Mei 2024, berdasarkan hasil pengungkapan, terdapat tren peningkatan pengungkapan laboratorium gelap di beberapa wilayah,” ungkap Irjen Asep Edi Suheri, Wakabareskrim Polri yang juga Kasatgas Satgas Penanggulangan Peredaran dan Penyalahgunaan Narkoba (P3GN), dalam konferensi pers, Senin (6/5/2024).
Operasi pemberantasan ini membuahkan hasil signifikan. Berbagai barang bukti berhasil disita, termasuk:
- 2,4 kg MDMA
- 420 ml sabu cair
- 145 gram ketamin
- 7.800 butir ekstasi
- Puluhan liter prekursor narkoba
- Beragam peralatan laboratorium
Salah satu temuan mengejutkan adalah laboratorium gelap di Vila kawasan Canggu, Badung, Bali. Di sana, tim Bareskrim Polri menemukan berbagai prekursor, alat cetak ekstasi, hidroponik ganja, dan berbagai peralatan laboratorium lainnya.
“Pengungkapan ini menunjukkan keseriusan Polri dalam memeranginya. Kami tidak akan berhenti memburu para sindikat dan memutus mata rantai peredarannya,” tegas Irjen Asep.
Selain di Bali, pengungkapan laboratorium gelap juga dilakukan di Jawa Timur dan Metro Jaya. Di Jatim, polisi menyita sabu dan beberapa jenis prekursor, sedangkan di Metro Jaya, ditemukan sejumlah cannabinoid atau kandungan dalam ganja.
Polri menegaskan akan terus melakukan operasi pengungkapan laboratorium gelap dan bekerja sama dengan berbagai instansi terkait untuk memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Indonesia.
Pembongkaran lima laboratorium gelap ini merupakan langkah krusial dalam upaya pemberantasan. Dengan menyita berbagai prekursor dan narkoba siap edar, diharapkan peredaran dan penyalahgunaan dapat ditekan secara signifikan.
Sumber : Humas Polri













