Langkah ini terbilang unik, di mana tim satelit Red Bull KTM Tech3 yang biasanya diisi pembalap muda, kini diperkuat oleh dua nama besar seperti Vinales dan Bastianini.
Kesetaraan Status dan Dukungan Penuh
Pit Beirer, bos KTM Motorsport, menegaskan bahwa keempat pembalapnya akan mendapat dukungan setara. Hal ini termasuk spesifikasi motor, upgrade komponen, dan jumlah teknisi.
“Kami akan memberikan empat motor identik,” ujar Beirer. “Kami akan mengkombinasikan setiap pembalap dengan lingkungannya dan kemudian memberikan material identik sejak awal musim.”
Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing KTM dan menantang dominasi Ducati di MotoGP.
“Proyek kami akan paling kuat ketika diperkuat empat pembalap, Red Bull KTM,” kata Beirer. “Kami sangat bangga dengan mitra kami, Red Bull yang bertahan dengan kami dan juga memandangnya sebagai empat pembalap tim.”
Berdasarkan Performa
Meskipun keempat pembalap mendapat kesetaraan, Beirer tidak menampik kemungkinan adanya kapten tim di masa depan.
“Kami tak mau mengumumkan kapten saat ini. Kami bilang performa yang menentukan,” ungkapnya.
Kapten tim ini, yang akan menjadi prioritas dalam pengembangan motor, akan ditentukan berdasarkan performa terbaik.
Vinales dan Bastianini, dengan pengalaman dan prestasi mereka, menjadi kandidat kuat untuk posisi ini.
Dengan strategi berani ini, KTM menunjukkan tekad kuat untuk mencapai puncak MotoGP.
Kesetaraan status dan dukungan penuh bagi keempat pembalapnya, diiringi dengan sistem kapten tim berdasarkan performa, diharapkan dapat mengantarkan KTM ke era baru kemenangan.
Musim MotoGP 2025 patut dinantikan untuk melihat bagaimana strategi ini berbuah hasil. Akankah KTM berhasil men dethrone Ducati dan menjadi raja baru MotoGP?













