Jolli, yang diketahui berasal dari Afd D Tobasari Nagori Sait Buttu Saribu, pertama kali ditemukan oleh Miswan, seorang petani setempat, sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu, Miswan sedang dalam perjalanan menuju ladangnya dan melihat Jolli tergeletak di tanah dalam posisi telungkup di samping sepeda motornya yang terparkir di pinggir kebun teh.
Melihat kondisi tersebut, Miswan segera menghubungi Gursang Sidabutar, rekan kerja Jolli yang tinggal di dekat lokasi kejadian. Bersama-sama, mereka menghubungi Irwan Oppusunggu, Pangulu Nagori Sait Buttu Saribu, yang kemudian melaporkan peristiwa ini ke Polsek Sidamanik.
Kapolsek Sidamanik, AKP S. Tampubolon, bersama timnya langsung bergegas menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) setelah menerima laporan. Setibanya di lokasi, mereka menemukan Jolli masih dalam posisi semula dan telah dikelilingi oleh warga yang penasaran.
Tim medis kemudian mengevakuasi jenazah Jolli ke rumah duka menggunakan ambulans Dinas Kesehatan Pamatang Sidamanik. Pemeriksaan awal oleh tim medis menunjukkan tidak adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Hal ini diperkuat oleh keterangan Juli Sihombing, anak Jolli, yang menyatakan bahwa ayahnya memang telah lama menderita penyakit kronis. Jolli terakhir kali pergi ke ladang pada hari Jumat (3/5) dengan membawa bekal nasi.
Menghormati permintaan keluarga, autopsi tidak dilakukan karena mereka meyakini bahwa Jolli, pensiunan BUMN ini meninggal karena penyakit yang telah lama dideritanya. Keluarga juga tidak menuntut atau menduga adanya tindak kekerasan dan memilih untuk mengurus pemakaman sesuai adat Batak yang akan dihadiri oleh kerabat dan warga sekitar.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua, terutama bagi para lansia, untuk selalu menjaga kesehatan dan waspada terhadap berbagai penyakit. Selain itu, sigapnya respons pihak kepolisian dalam menangani situasi darurat patut diapresiasi.













