
Panennungi T dan Anwar Fatah
Dosen Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar
Analisis Situasi
Salah satu bidang usaha yang ada di Kabupaten Sidenreng Rappang adalah Kelompok Industri Kecil Batu Bata “Usaha Padaidi” dan Kelompok Industri Kecil Batu Bata “ Usaha Siporennu” yang berada di Kelurahan Uluale Kecamatan Watang Pulu, merupakan mitra kegiatan Program Kemitraan masyarakat (PKM).
Produksi batu bata setiap tenaga kerja untuk mencetak batu bata dalam sehari adalah sebanyak kurang lebih 1000 biji. Kalau dikerjakan oleh 3 orang, maka akan ada sebanyak 3000 biji batu bata yang dicetak dalam sehari, sehingga dalam sebulan didapatkan sebanyak 75.000 biji batu bata. Ukuran (Modul) batu bata yang diproduksi tergolong berukuran kecil dan tidak memenuhi standar sehingga kemungkinan dapat mempengaruhi kekuatan tekannya. Namun demikian masyarakat tetap saja menggunakannya untuk memasang dinding bangunan, sekalipun ukurannya tidak memenuhi standar.
Manajemen usaha kedua mitra seperti strategi pemasaran, menyusun rencana pemasaran, mencari bentuk promosi, dan menentukan harga yang tepat dalam penjualan produk, belum terpikirkan dan masih mengadalkan cara-cara tradisional dalam melakukan pemasaran produk yakni menunggu pembeli/pesanan. Tidak melakukan promosi produk batu bata sehingga tidak dikenal oleh masyarakat luas.
Seluruh persoalan yang dihadapi mitra selama ini adalah: pengetahuan manajemen usaha masih kurang, teknik pemasaran produksi masih kurang, cara menghitung kebutuhan bahan dan penetapan harga jual masih kurang, tidak mengetahui Standar Nasional Indonesia untuk batu bata, tidak terampil mencetak batu bata sehingga hasilnya belum memuaskan, cetakan masih perlu disempurnakan, dan kegiatan usaha pembuatan batu bata belum berjalan secara berkesinambungan.
Permasalahan Mitra
Permasalahan prioritas mitra baik produksi maupun manajemen usaha yang disepakati bersama untuk diselesaikan selama pelaksanaan kegiatan PKM adalah sebagai berikut:
1. Kuantitas produk batu bata kedua mitra masih terbatas.
2. Kualitas produk batu bata kedua mitra masih rendah.
3. Pengetahuan manajemen dan pemasaran produk bata bata kedua mitra masih rendah.
4. Omzet penjualan produk batu bata kedua mitra masih rendah.
Metode Pelaksanaan
Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 2 sampai 28 Februari 2018. Metode pelaksanaan yang digunakan untuk mengatasi permasalahan mitra adalah:
1. Untuk meningkatkan kuantitas produk batu bata,. metode yang dipakai: ceramah dan tanya-jawab.
2. Untuk meningkatkan kualitas produk batu bata, metode yang dipakai: ceramah, tanya-jawab, demonstasi, dan pelatihan.
3. Untuk meningkatkan pengetahuan manajemen dan pemasaran, metode yang dipakai: ceramah dan tanya-jawab.
4. Untuk meningkatkan omzet penjualan produk batu bata, metode yang dipakai: ceramah, tanya-jawab, demonstasi, dan pelatihan.
Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat
Hasil yang dicapai kedua kelompok mitra industri kecil batu bata pada kegiatan program PKM ini adalah sebagai berikut:
1. Minat dan motivasi peserta dari kedua usaha industri kecil batu bata yang menjadi mitra PKM cukup tinggi atau antusias dalam mengikuti seluruh kegiatan yang diberikan oleh tim pelaksana kegiatan PKM.
2. Peserta pelatihan sebanyak 8 orang dari kedua usaha industri kecil batu bata yang menjadi mitra PKM telah memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk meningkatkan kuantitas produk batu bata.
3. Peserta pelatihan sebanyak 8 orang dari kedua usaha industri kecil batu bata yang menjadi mitra PKM telah memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk meningkatkan kualitas produk batu bata.
4. Peserta pelatihan sebanyak 8 orang dari kedua usaha industri kecil batu bata yang menjadi mitra PKM telah memiliki pengetahuan yang memadai tentang manajemen dan pemasaran batu bata.
5. Peserta pelatihan sebanyak 8 orang dari kedua usaha industri kecil batu bata yang menjadi mitra PKM telah memiliki pengetahuan meningkatkan omzet penjualan produk batu bata.



