Home Artikel PKM PELATIHAN MEMBUAT TEMPAT CUCI DAPUR BERBAHAN BETON PADA RUMAH PANGGUNG

PKM PELATIHAN MEMBUAT TEMPAT CUCI DAPUR BERBAHAN BETON PADA RUMAH PANGGUNG

93
0
SHARE

Panennungi T. dan Bakhrani A Rauf
Dosen Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar dan menjabat Ketua Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) UNM

Pendahuluan

Desa Otting Kecamatan Pitu Riawa Kabupaten Sidenreng Rappang adalah merupakan mitra kegiatan Progran Kemitraan Masyarakat (PKM). Tingkat pendidikan masyarakat yang bermukim di desa ini pada umumnya relatif rendah. Oleh karena itu, dapat dipahami bahwa pengetahuan umum maupun keteknikan, kesehatan masyarakat, dan kesehatan lingkungan bagi mereka belum memadai.
Kelompok masyarakat yang tergolong usia remaja di desa ini, terbilang cukup banyak. Pekerjaan merekapun masih mengikuti pekerjaan orang tuanya secara turun-temurun, yakni bertani. Waktu yang digunakan untuk bertani dalam satu musim secara efektif berkisar hanya 1 bulan; selebihnya tidak dimanfaatkan untuk kegiatan mencari pekerjaan lain untuk menambah pendapatan keluarga.
Model tempat cuci dapur yang ada di rumah tempat tinggal penduduk yang bermukim di desa tersebut masih sederhana. Sistem pembuangan air bekas cucian dari dapur masih dibiarkan terbuang begitu saja sehingga dapat menimbulkan kerusakan kayu bangunan akibat terkena air. Kondisi ini dapat diatasi dengan membuat tempat cuci dapur yang terbuat dari bahan beton.
Kelompok remaja yang ada di desa tersebut di atas lebih banyak menganggur, sebaiknya diarahkan pada kegiatan yang bersifat lebih produktif dan kreatif. Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan adalah membuatkan setiap rumah penduduk tempat cuci dapur berbahan beton yang tahan lama, sehingga bila digunakan tidak lagi merusak bahan bangunan kayu yang ada di rumah itu.
Wawancara yang dilakukan kepada Kepala Desa Otting (Januari 2018), menyatakan bahwa sebenarnya kelompok remaja yang bermukim di desa ini berkeinginan untuk membuat tempat cuci dapur berbahan beton, hanya saja pengetahuan dan keterampilan teknik remaja di desa ini masih sangat kurang.
Masalah pengabdian kepada masyarakat ini, adalah sebagai berikut: (1) mitra tidak memiliki pengetahuan tentang konstruksi tempat cuci dapur berbahan beton, (2) mitra tidak memiliki keterampilan untuk mendesain konstruksi tempat cuci dapur berbahan beton yang memenuhi syarat teknis, dan (3) mitra tidak memiliki keterampilan untuk membuat konstruksi tempat cuci dapur berbahan beton.
Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk: (1) meningkatkan pengetahuan mitra tentang konstruksi tempat cuci dapur berbahan beton, (2) meningkatkan keterampilan masyarakat untuk mendesain konstruksi tempat cuci dapur berbahan beton yang memenuhi syarat teknis, dan (3) meningkatkan keterampilan mitra untuk membuat konstruksi tempat cuci dapur berbahan beton.

Metode Pelaksanaan
Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal Metode pendekatan yang dilakukan untuk menyelesaikan persoalan mitra yang telah disepakati bersama adalah sebagai berikut: (1) melakukan penyuluhan pengetahuan tentang konstruksi tempat cuci dapur berbahan beton; metode yang dipakai adalah: ceramah, tanya-jawab, dan diskusi, (2) melakukan pelatihan keterampilan mendesain konstruksi tempat cuci dapur berbahan beton yang memenuhi syarat teknis; metode yang dipakai adalah: ceramah, tanya-jawab, diskusi, dan latihan, dan (3) melakukan pelatihan membuat konstruksi tempat cuci dapur berbahan beton; metode yang dipakai adalah: ceramah, tanya-jawab, diskusi, dan latihan.

Hasil Pengabdian Masyarakat
Hasil yang dicapai dalam kegiatan program PKM ini adalah sebagai berikut: (1) minat dan motivasi peserta cukup tinggi atau antusias dalam mengikuti seluruh kegiatan yang diberikan oleh tim pelaksana kegiatan PKM, (2) peserta telah memperoleh pengetahuan yang tinggi tentang konstruksi tempat cuci dapur berbahan beton, (3) peserta telah memperoleh keterampilan yang tinggi untuk mendesain konstruksi tempat cuci dapur berbahan beton, (4) peserta telah memperoleh keterampilan yang tinggi untuk membuat konstruksi tempat cuci dapur berbahan beton.
Spesifikasi konstruksi tempat cuci berbahan beton yang dihasilkan terdiri dari plat beton ukuran 1,50 x 1,50 m tebal 0,08 m dilengkapi pembatas tepi keliling dari pasangan batu bata setinggi 0,15 m, dilengkapi pipa pembuang air bekas cucian vertikal berdiameter 3”.

Untuk membuat tempat cuci dapur pada rumah tinggal masing-masing. Tim PKM memberi pengetahuan tentang desain tempat cuci dapur berbahan beton, sehingga peserta pelatihan telah dapat mengaplikasikan kepada masyarakat yang tidak sempat mengikuti kegiatan ini.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here