MANOKWARI, Siarnews.com—– Merasa tidak puas dengan kebijakan dari Kepala Otoritas Bandara IX Manokwari, Kolonel (Kal) Bambang Susetyo. Staf Pegawai Otban Rendani Manokwari yang berada, distrik Manokwari Barat, melakukan aksi protes,Selasa (24/10/2017).
Dalam aksi tersebut, yang bertuliskan famplet yaitu, sesuai PP 11 tahun 2017 supaya kepala kantor Otban wilayah IX Manokwari, Bambang Susetyo harus segera diganti orang baru dari orang perhubungan (Sipil). Selain itu, kami tidak butuh pemimpin harus memberi teladan yang baik kepada anak buahnya bukan memecat mereka tanpa alasan yang jelas dan tanpa surat peringatan tertulis.
Tidak hanya itu, tidak mau dipimpin oleh pimpinan yang otoriter, maupun berotak mesum kami inginkan adalah Otban IX harus segera diganti. Jadi tolong Stop terima honorer dari luar Papua.
Hal itu diungkapkan oleh staf Otban IX Manokwari, Manto kepada wartawan meminta supaya agar kepala Otban Bandara IX Manokwari, Kolonel (Kal) Bambang Susetyo harus diganti.
“Kami merasa bahwa, tidak pantas memimpin dikantor ini karana kami anggap bahwa tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan selama ini, kata dia, bahwa perilaku seorang pemimpin yang sebenarnya tidak perlu patut untuk kita teladani” tegasnya.
Ia mengungkapkan, bahwa awalnya kita selama ini bekerja berjalan dengan normal, namun berjalan terusnya waktu, sekitar 6 bulan. Kami menilai bahwa selama 6 bulan belakangan ini merasa tidak lagi, nyaman bekerja dengan di kantor ini akibat gaya kepimpinan otoriter.
“Saya tegaskan, kalau aspirasi yang kita sampaikan tidak ditanggapi oleh Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementrian Perhubungan RI maka kantor ini tetap kita palang sampai ada kejelasan yang pasti pihak pemerintah, kalau tidak bersikeras palang kantor tersebut” tegas dia.
Dia tambahkan oleh staf pegawai Alex mengatakan, berkaitan pimpinan lakukan mesum kita punya bukti-bukti ada. Bukti tiga ada tiga orang menjadi korban atas tindakan semata-mata dilakukan oleh kepala Otban.
“Nantinya jika, kepala Otban ngotot menyatakan tidak bersalah maka, kita akan menghadirkan tiga orang korban yang bersangkutan untuk memberikan keterangan yang fakta atas tindakan yang tidak terpuji itu” katanya.
Secara terpisah, Pelaksana Harian Otban Wilayah IX Manokwari, Yudi Wahyudi menjelaskan, informasi bahwa kepala Otban melakukan mesum tersebut. Informasi belum tahu secara pasti, apa yang bersangkutan melakukanya perbuatan tersebut atau tidak.
“Makanya saya minta agar menjadi korban pun harus melampirkan bukti-bukti yang akurat dan fakta, sehingga tidak terkesan ada penyimpangan dalam persoalan ini” ucap Yudi.
Dikatakan, soal pemecatan pegawai tersebut hal itu perlu dikonfirmasi lagi ke bagian kepegawaian, untuk saat ini kepala bagian yang bersangkutan lagi, perjalanan dinas diluar daerah. Selanjutnya, kalau adanya pemecatan pegawai tersebut, saya pun tidak tahu secara pasti.
“Aksi kali ini, saya sudah menyampaiakan persoalan ini, kepada pimpinan agar persoalan ini segera diselesaiakan. Jadi tunggu pimpinan pulang dari luar daerah baru, kita bersama seluruh staf pegawai untuk menyelesaikan permasalahan tersebut” tuturnya.
Ia menambahkan, akibat aksi tersebut, pihaknya tetap menjalankan aktivitas kerja seperti biasa saat kantor tetap berjalan dengan aman dan lancar, tanpa hambatan apapun.
Pantau koran ini, sejumlah famflet aspirasi dari para karyawan di tempel dinding depan kaca, kantor Otban Manokwari. Aksi tersebut dikawal ketat oleh pihak Kepolisian dari Polsek Bandara Manokwari (KBR)

