Proses Seleksi Ketat untuk Kualitas Terbaik
Kapolda Sumut menegaskan bahwa proses seleksi tahun ini berjalan dengan sangat ketat dan transparan. Dari 6.366 pendaftar awal, hanya 337 calon Bhayangkara yang terpilih untuk mengikuti pendidikan lanjutan.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap anggota Polri yang bergabung adalah yang terbaik dari yang terbaik. Seleksi yang ketat ini melibatkan pengawasan dari Ombudsman dan pihak eksternal lainnya untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas,” ujar Komjen Pol Agung Setya Imam Effendi kepada awak media.
Kompetensi Khusus untuk Menghadapi Tantangan Masa Depan
Para calon Bhayangkara baru ini terdiri dari berbagai latar belakang kompetensi, termasuk Bintara Polri Tugas Umum, Bintara Kompetensi Khusus (Bakomsus) di bidang Kehumasan dan Teknologi Informasi, Tenaga Kesehatan, Hukum, Pariwisata, dan Psikologi.
“Kompetensi khusus ini sangat penting untuk menghadapi tantangan tugas kepolisian di masa depan. Kami membutuhkan personel yang tidak hanya memiliki kemampuan umum, tetapi juga keahlian khusus yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Sumatera Utara,” tambah Kapolda.
Inklusivitas: Polri Menerima Bintara Penyandang Disabilitas
Salah satu hal yang menarik dari penerimaan tahun ini adalah bergabungnya Rendi Pratama, seorang penyandang disabilitas asal Deliserdang, sebagai Bintara Polri. Kapolda menjelaskan bahwa Polri berkomitmen untuk memberikan kesempatan yang sama bagi semua warga negara, termasuk penyandang disabilitas, untuk mengabdi kepada negara.
“Lembaga pendidikan dan pelatihan Polri telah menyiapkan program khusus untuk Rendi dan calon Bhayangkara penyandang disabilitas lainnya. Kami yakin mereka akan mampu memberikan kontribusi yang berarti bagi kepolisian dan masyarakat,” tegas Kapolda.













